PUISI ALUMNI

                                                                                    

Tawa ini adalah tawa kita semua
Kegembiraan yang tersirat indah
Adalah milik semua..

Tak ada duka dalam kebersamaan ini
Karna semua berbaur jadi suka
Bila nanti waktunya kan datang
Senyum dan tawa itu..
Berbilang hari seiring berlalunya waktu
Kan jadi kenangan....








Malam semakin larut..
Kuhadapkan wajah lesuhku di lensa kamera
Entah apa yang kupikirkan saat itu
Ahhh..tidak saya tidak sedang berpikir
Saya hanya menghayal..
Melamun...
Meng andai-andai..
Atau apalah namanya..
Yang pasti saat itu..di depanku duduk naimah
Nah...dialah yang kulihat sedang menghayal
Dan..sayapaun ikuti gayanya...

Merah...merekah indah dalam kebersamaan
Se merah baju yang melekat
Harapan pun cerah jalani hari
Dan..kegembiraan di malam itu
Akan ada selamanya
Akan jadi semangat
Akan jadi penyejuk hati di kala resah
Akan jadi kegembiraan...
sekarang
esok
dan selamanya..
karna merah itu berani....
Berani hidup
Berani tuk raih keindahanNYA



Puisi ini akan kupersembahkan kepada seorang.
Mudah-mudahan ada yang merasa bagian dari puisiku ini...

Sahabatku....
Engkau adalah teman pelipur laraku
Bersamamu... aku bisa berbagi cerita indah
Cerita tentang kegagalanku...
Dan denganmu pula aku bisa tuangkan segala keluh kesahku

Sahabatku…
Saat aku sedih kau selalu menghiburku
Saat aku kesal kau selalu menasehatiku
Saat aku terluka hatimu tercabik
Saat aku gundah kau selalu resah
Sahabatku. . .
Engkau adalah diriku...

Ketahuilah wahai sahabatku
Engkau bagaikan bintang
Yang tidak selalu nampak tapi selalu ada dihati…
Trima kasih wahai sahabatku...

BY MARDIAH SULAIMAN
DI RANTAU NAN JAUH DI MATA
BEKASI



Duduk di kursi yang hampir lapuk
Semakin rapuh tetindih bebanku
Hariku adalah ukiran duka

Masihkah ada suka yang tersisa dalam waktu yang kupunya
Ataukah duka itu
Adalah  properti hidupku
Yang Engkau hiaskan..

Duduk di kursi yang semakin rapuh
Kucoba tepiskan luka
Masih ada sedikit senyum yang kupunya

Hanya sebias senyum.....
Karna kadang luka itu harus kusembunyikan
    Di balik senyum yang mungkin kupaksakan....
    
   


























Tidak ada komentar: